-
14 Dec 2023 10:15Lean Six Sigma in Mining
Mengejar Keuntungan Maksimal Perusahaan Tambang di Tengah Ketidakpastian
Dihadapkan dengan permintaan yang fluktuatif, harga yang berubah-ubah, dan penurunan profitabilitas industri pertambangan, menjalankan bisnis yang efisien dan efisien sangat penting untuk setiap operasi penambangan. Jadi, terlepas dari kompleksitas yang ada, perusahaan tambang akan mendapatkan manfaat besar dengan mengintegrasikan prinsip Lean Six Sigma ke dalam operasional mereka.
Karena ketidakpastian dan volatilitas yang terus-menerus terjadi dalam industri pertambangan, maka sangat penting bagi perusahaan pertambangan untuk mengidentifikasi dan menerapkan strategi untuk terus mengurangi biaya sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Ketergantungan industri pada fluktuasi harga komoditas mengakibatkan peningkatan biaya ketika harga komoditas tinggi karena perusahaan memproduksi lebih banyak, tetapi metode pemotongan biaya seperti PHK dan penghentian operasi terjadi ketika harga barang tambah sedang rendah.
Lean Six Sigma menyediakan tools untuk mengurangi dampak variasi harga komoditas dan membantu menghindari pemutusan hubungan kerja dan penutupan operasional agar perusahaan mampu tetap profitable di titik mana pun dalam siklus yang tidak pasti ini.
Selain itu, perusahaan tambang perlu mencapai dan mempertahankan Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang tinggi dan meminimalkan waste. Setiap operasi yang tidak efisien akan membawa kekalahan di kancah persaingan. Karenanya, operasi penambangan perlu disederhanakan dan efisien agar perusahaan tidak hanya tetap kompetitif, tetapi juga harus responsif terhadap pasar yang kompleks dan dinamis. Sangat mungkin bagi perusahaan tambang untuk membangun kesuksesan jangka panjang yang berkelanjutan melalui penerapan prinsip-prinsip Lean Manufacturing.
Berbagai peluang perbaikan proses termasuk shutdown yang diminimalkan, peningkatan produksi, pengurangan peluang terjadinya produk atau proses yang gagal untuk mencapai target, peningkatan kemungkinan untuk adaptasi teknologi, dan peningkatan keselamatan, serta potensi manfaat bagi lingkungan.
Menerapkan Lean Six Sigma di perusahaan tambang lebih menantang daripada di perusahaan manufaktur, karena adanya ketidakmampuan untuk mengontrol elemen tertentu. Berbeda dengan di pabrik, yang lingkungannya lebih teratur dan mendukung untuk pelaksanaan metode seperti 5S dan visual workplace. Namun demikian, peluang continuous improvement di perusahaan tambang juga besar, meskipun memerlukan strategi untuk implementasi yang efektif. Melalui Lean Six Sigma, organisasi dapat memastikan bahwa mereka menggunakan waktu dan sumber daya mereka dengan cara yang paling efisien untuk menghasilkan keuntungan sebanyak mungkin.
Ada beberapa elemen tambang yang tidak dapat dikontrol, membuat proses Lean lebih sulit untuk diterapkan. Ambil contoh pabrik manufaktur — peraturan seperti 5S dan visual factory dapat dilaksanakan dengan baik — yang berarti kebersihan, pengaturan dan aksesibilitas tempat kerja dapat dengan mudah diatur. Ini lebih merupakan tantangan dalam industri pertambangan dan akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengaturnya.
Walaupun banyaknya peluang bagi perusahaan tambang untuk mendapatkan keuntungan dari Lean Six Sigma tak perlu diragukan lagi, namun implementasinya tidak selalu memberikan hasil langsung. Fakta penting yang perlu diingat saat menerapkan business process improvement ini adalah bahwa proses tersebut tidak akan rampung dalam semalam dan implementasi yang sukses memerlukan partisipasi seluruh organisasi.
Jadi Bagaimana Agar Implementasi Lean di Perusahaan Tambang Berhasil?
Implementasi Lean yang berhasil membutuhkan perubahan budaya dari dalam dan dukungan dari semua tingkatan karyawan. Pelatihan berkelanjutan dan Kaizen event yang berulang diperlukan agar filosofi Lean tertanam dalam perusahaan. Mengingat bahwa 70 persen dari potensi improvement ada pada sumber daya manusia, sangat penting untuk memberdayakan karyawan untuk terus meningkatkan standar yang disepakati terkait pekerjaan mereka. Edukasi karyawan tentang pemecahan masalah yang efektif juga sangat penting, dan karenanya perusahaan perlu menyusun rencana pelatihan dan pengembangan karyawan yang solid.
Tetapi mengapa industri pertambangan harus mengadopsi prinsip Lean dalam proses bisnis mereka? Bagaimana mereka dapat melakukannya secara efektif?
Sebuah studi yang berjudul 'Implementing Lean Principles in Mining Industry Issues and Challenges' menyatakan bahwa proses Lean dapat secara signifikan membantu perusahaan pertambangan menghilangkan pemborosan dan meningkatkan proses karena kesamaan pandangan dengan sektor otomotif. Menurut penelitian:
- Keduanya mengandalkan proses bisnis yang efektif;
- Keduanya mengandalkan efisiensi dalam value stream;
- Keduanya berusaha untuk memaksimalkan efisiensi operasional;
- Keduanya bergantung pada rantai pasokan yang luas;
- Kedua sektor memiliki fokus yang khusus pada keselamatan.
Kesamaan ini memberikan peluang keberhasilan dalam menerapkan prinsip Lean ke dalam industri pertambangan, dan menjanjikan keuntungan yang sama besarnya dengan yang didapatkan industri manufaktur dari Lean Six Sigma.
Penting bagi perusahaan tambang untuk mendalami operasi mereka jika ingin implementasi Lean Six Sigma berhasil. Misalnya, waktu henti dan perbaikan kendaraan perlu dipantau dan dijadwalkan secara efektif untuk meminimalkan dampak. Perusahaan juga perlu menyadari bahwa sumber daya manusia memiliki 70 persen potensi improvement dalam industri pertambangan, jadi perhatian besar perlu diberikan pada pelatihan dan pemberdayaan karyawan.
Kunci Implementasi Lean Six Sigma di Perusahaan Tambang
Tambang mampu mencapai level operational excellence yang signifikan di area yang paling merugikan; misalnya, meminimalkan waktu tunggu dan waste. Salah satu caranya adalah dengan menstandarisasi area material yang dapat diisi ulang secara teratur, yang dapat meningkatkan jumlah siklus permukaan bijih per hari dan pengurangan biaya penggalian per meter dalam kisaran lima persen.
Value Stream Mapping dapat digunakan untuk mengidentifikasi variabel signifikan yang dapat berkontribusi pada cycle time yang dioptimalkan dan waktu tunggu yang berkurang, yang mengarah ke peningkatan hasil tambang. Manfaat lingkungan diperoleh dengan adanya improvement pada value stream dapat berupa pengurangan jejak operasional dan energi yang terbuang.
Potensi lebih lanjut dari implementasi Lean di perusahaan tambang ada pada teknologi baru yang berlaku untuk pertambangan, seperti operasi otonom termasuk pemeliharaan atau pengeboran, serta penggunaan drone atau alat virtual reality yang memungkinkan pengurangan kebutuhan kehadiran sumber daya manusia di area tambang. Beradaptasi dengan teknologi baru ini melalui perspektif lean dapat memaksimalkan manfaat yang dapat dicapai, alih-alih memperkenalkan sumber limbah baru dan potensi yang terbuang.
Mengapa dan bagaimana perusahaan tambang harus mengimplementasikan Lean Six Sigma ke dalam proses bisnis mereka dan apa manfaatnya bagi organisasi?
1) Membantu Mengidentifikasi Nilai
Secara kritis, titik awal untuk berpikir lean adalah nilai. Pikirkan seperti ini: segala sesuatu yang tidak menambah nilai pada produk akhir adalah pemborosan (waste) — yang mana pelanggan Anda tidak bersedia membayarnya. Waste perlu dihilangkan untuk membuat value stream. Ada tujuh jenis waste yang biasa diidentifikasi: waiting, over production, repair, motion, processing, inventory, transportation.
2) Memetakan dan Memperbaharui Value Stream
Value stream adalah keseluruhan proses bisnis, mulai dari ide hingga penyelesaian; ini adalah proses end-t0-end yang pada akhirnya memberikan nilai bagi pelanggan Anda. Untuk membuat tambang Anda Lean, penting untuk memetakan setiap proses (tidak peduli seberapa kecil atau tampak tidak signifikan) dan menyederhanakannya. Waste dapat dengan mudah diidentifikasi dengan cara ini dan dikeluarkan dari proses, menghemat waktu dan uang Anda yang berharga. Sekali lagi ini perlu menjadi proses yang terus ditinjau.
3) Memberdayakan Karyawan
Lean Six Sigma adalah upaya penghapusan waste tanpa henti dan oleh karena itu, implementasi yang efektif sangat bergantung pada keterlibatan tidak hanya dari manajer atau jajaran kepemimpinan, tetapi juga dari masing-masing karyawan. Untuk mencapai kesuksesan, penting untuk meminta karyawan menetapkan standar yang disepakati untuk pekerjaan mereka dan memberdayakan mereka untuk terus meningkatkan standar mereka sendiri.
Meskipun ini bisa menjadi perubahan yang sulit dilakukan, manajer perlu mengizinkan para staf di lapangan untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan operasional. Setelahnya, situasi di lapangan akan jadi jauh lebih baik untuk memfasilitasi upaya penghapusan waste dan perbaikan proses.
Peran manajer pertambangan haruslah sebagai mentor, yang akan menyediakan alat dan sumber daya yang diperlukan untuk continuous improvement. Agar hal ini berhasil, perusahaan pertambangan harus mempertimbangkan untuk mendidik orang-orangnya agar mampu melakukan pemecahan masalah yang efektif.
Sebagai bagian dari memberdayakan karyawan, sangat penting bagi Anda untuk memberikan representasi visual dari kinerja produk utama, yang akan memberdayakan karyawan bahkan di tingkat terendah untuk membuat keputusan operasional berdasarkan data dan temuan-temuan penting.
Prinsip Lean Six Sigma berpotensi untuk berhasil diterapkan di industri pertambangan, namun ada tantangan yang perlu dipertimbangkan dan diatasi. Lean thinking bukan hanya sebagai perubahan proses tetapi juga perubahan budaya perusahaan. Ini adalah proses yang butuh waktu dan komitmen total. Jika diterapkan dengan benar, prinsip Lean Six Sigma dapat memberikan dampak positif yang sangat signifikan pada bisnis Anda.